Ini lanjutan Cerbung Selamat menikmati ^_^ ...
Malam yang buruk itu pun berganti menjadi pagi. Bunda terus mengetuk pintu
kamar ku, tapi aku tak sanggup menjawabnya. Bunda masuk dengan wajah yang
cemas, Bunda menangis karena melihat wajah ku yang pucat sambil menahan
sakitnya jantung ku yang terus berulah. Bunda langsung menelpon Dokter yang
biasanya menangani ku.
15 menit kemudian, dokter Rizal pun datang . Dengan cekatan
Dokter Rizal mengobati ku. Setelah selesai,dokter menganjurkan aku untuk tidak
mengikuti kuliah hari ini. Keadaan ku kini mulai membaik,Karena keadaan ku
semakin normal ,dokter itu pun berpamitan pulang.
5 menit kemudian, Pretty dan Ivan datang bermaksud untuk mengajak ku berangkat
kuliah bareng , tapi mama bilang aku lagi demam. Suara mereka sangat jelas
terdengar dari balik pintu.
Secara pelan-pelan, Pretty masuk ke kamar ku, “Kamu kenapa sih sering banget
demam kayak gini?” Dia bertanya dengan nada yang sangat khawatir. Aku hanya
tersenyum melihat wajahnya yang sedih karena melihat ku. “ Kalian harus
kuliah,Kalian bisa menjenguk ku nanti . Saat ini aku ingin sekali istirahat.”
Ucap ku dengan suara yang serak dan terlihat lemas.
“Baik lah,kami pergi dulu ya. Kami janji ,kami akan menemani
kamu nanti.” Jawab Pretty yang langsung keluar dari kamar ku. Ivan
memalingkan kepalanya kearah ku, dengan tangan yang gemetaran aku mengajungkan
jempol ku, bermaksud mengatakan bahwa,dia mempunyai kesempatan untuk mendekati
Pretty. Ivan hanya membalasnya dengan senyuman memelas.Mereka keluar dari kamar ku.
Siangnya , di saat aku terbangun dari tidur ku , aku di kellilingi oleh bunda,mama Pretty dan mami Ivan. Mereka semua sangat menyayangi ku.
Siangnya , di saat aku terbangun dari tidur ku , aku di kellilingi oleh bunda,mama Pretty dan mami Ivan. Mereka semua sangat menyayangi ku.
Mami pun membuka percakapan , “ Bian, kamu harus di operasi
lagi. Mami takut keadaan kamu semakin parah.”
“Maafin Bian mi, tapi Bian sama Bunda gak punya biaya nya.” Jawab ku yang masih terus mendekap dada ku dengan tangan kanan ku.
“Maafin Bian mi, tapi Bian sama Bunda gak punya biaya nya.” Jawab ku yang masih terus mendekap dada ku dengan tangan kanan ku.
“Jangan pikir kan soal biaya , Bian. Mama dan Mami akan bantu.”
Sambung mama Pretty.
“Percuma juga Bian di operasi ma, hanya akan buang-buang uang
saja. Ivan dan Pretty kan juga harus kuliah, sayang uangnya kalau di gunakan
untuk biaya operasi Bian. Biarkan saja Ajal cepat-cepat menjemput Bian, supaya
Bian tak tersiksa lagi karena sakit ini.” Jawab ku mencoba menjelaskan , dan
karena jawaban ku yang tadi,Bunda jadi menangis dan meninggalkan ku keluar
kamar.
Mama dan mami langsung menyusul bunda. Aku menghela nafas,
karena aku tau perkataanku tadi melukai hati bunda.
Matahari mulai turun, terlihat jelas dari jendela kamar ku. Tiba-tiba aku
mendengar suara langkah seseorang yang semakin mendekat menuju kamar ku. Pintu
kamar ku terbuka, dan aku melihat Pretty datang mendekati ranjang ku sambil
membawa 3 rantai anggur, buah kesukaan ku.
“Malam..” Sapa Pretty sambil meletakkan anggur itu di meja dan
dia duduk di pinggiran ranjang ku.
“Malam,Pipi.” Sapa ku balik sambil mencoba untuk duduk , dia
membantu ku duduk.
“Ivan mana?” Tanya ku yang tak melihatnya. “ Maaf ya bi, Ivan
malam ini melayani klien nya . Jadi Gak bisa jenguk kamu lagi, tapi tadi dia
jenguk kamu kok pas sore-sore. Sayangnya kamu lagi tidur.” Jelas Pretty.
“Oh.. aku ngerti kok, itulah resikonya bekerja sebagai
pengacara.”Jawab ku.
Pretty mengambil 1 buah anggur lalu menyuapi nya ke aku, “Kenapa sih,
kamu harus terus-terusan sakit seperti ini. Aku selalu sedih melihat mu
merintih kesakitan.” Dia mulai menangis.
“Dari kecil daya tahan tubuh ku memang lemah ,pi. Maafin aku ya,
kalau sering buat kamu sedih.” Jawab ku. Dia hanya mengangguk saja.
“Ada yang ingin aku katakan sama kamu,bi.” Katanya sambil terus menangis.
“Aku Cinta sama kamu. Orang yang selama ini ku maksud itu adalah kamu.” Air mata nya pun terus deras mengalir.
“Aku tak tahan lagi terus-terus memendamnya, aku selalu menunggu mu mengatakan nya, tapi kamu tak pernah mengatakannya.” Aku hanya terdiam saja, jantung ku berdetak kencang mendengarkan ungkapan isi hatinya.
“Aku tau, kamu juga mencintai ku. Semuanya terlihat dari mata mu.” Lanjutnya lagi. Jantung ku mulai merasakan sakit dengan, reflex aku mendekap dada ku.
“Kamu tak boleh mencintai ku,pi.”Jawab ku dengan nafas ku yang sesak.
“Aku Cinta sama kamu. Orang yang selama ini ku maksud itu adalah kamu.” Air mata nya pun terus deras mengalir.
“Aku tak tahan lagi terus-terus memendamnya, aku selalu menunggu mu mengatakan nya, tapi kamu tak pernah mengatakannya.” Aku hanya terdiam saja, jantung ku berdetak kencang mendengarkan ungkapan isi hatinya.
“Aku tau, kamu juga mencintai ku. Semuanya terlihat dari mata mu.” Lanjutnya lagi. Jantung ku mulai merasakan sakit dengan, reflex aku mendekap dada ku.
“Kamu tak boleh mencintai ku,pi.”Jawab ku dengan nafas ku yang sesak.
“Kenapa gak boleh?”Tanya nya sambil terus mengeluarkan air
matanya.
“Karena kamu salah duga, Aku tak mencintai mu.” Aku terpaksa
mengatakannya, karena aku takut dia akan terpuruk ketika dia tau aku saat ini
dalam kondisi yang kritis.
“Kamu bohong.”Teriaknya yang langsung berdiri, “Aku tau kamu mencintai ku. Aku
tau itu nyata. Bi, Tolong jangan bohongi aku.”
Aku mencoba untuk berdiri dengan tangan kanan yang masih mendekap dada ku. Perlahan-lahan aku mendekati Pretty ,“Kamu benar,aku sangat mencintai mu tapi saat ini aku sedang berpura-pura tidak mencintai mu, karena…” Aku pun membuka satu persatu kancing baju ku, saat itu dia terkejut melihat bekas jaitan di dada ku,tepatnya di dekat jantung ku berada.
Saking shock nya Pretty tak mampu berbicara apa pun lagi ,dia terus menangis dan menangis sambil menyentuh bekas jaitan yang ada di dada ku.
Aku mencoba untuk berdiri dengan tangan kanan yang masih mendekap dada ku. Perlahan-lahan aku mendekati Pretty ,“Kamu benar,aku sangat mencintai mu tapi saat ini aku sedang berpura-pura tidak mencintai mu, karena…” Aku pun membuka satu persatu kancing baju ku, saat itu dia terkejut melihat bekas jaitan di dada ku,tepatnya di dekat jantung ku berada.
Saking shock nya Pretty tak mampu berbicara apa pun lagi ,dia terus menangis dan menangis sambil menyentuh bekas jaitan yang ada di dada ku.
Dia terduduk lemas di ranjang ku, aku pun juga duduk di ranjang itu bersamanya.
“Ceritakan semuanya !! Kenapa kamu jadi seperti ini?” Pretty terus mendesak ku,
akhirnya aku pun menceritakannya ,” Waktu aku berumur 15 tahun, jantung ku
sering sekali sakit. Karena khawatir bunda langsung membawa ku ke rumah sakit.
Aku di vonis dokter mengalami pembekakan jantung. Dokter juga menyatakan bahwa
umur ku tidak akan panjang.Berbagai macam Operasi dilakukan, tapi tak bisa juga
menyembuhkan ku. Akhirnya aku memutuskan tak mau di operasi lagi.” Cerita ku
panjang lebar.
“Kenapa?” Tanya Pretty yang masih terus saja mengeluarkan air
mata.
“Karena aku gak mau menyusahkan bunda,mama mu, dan mami Ivan. Hidup mereka masih panjang, mereka lebih membutuhkan uang itu daripada aku.” Jawab ku.
“Karena aku gak mau menyusahkan bunda,mama mu, dan mami Ivan. Hidup mereka masih panjang, mereka lebih membutuhkan uang itu daripada aku.” Jawab ku.
“Aku tak peduli keadaan mu bagaimana. Aku
bisa menerima semuanya. Aku hanya ingin memiliki mu.”
Aku langsung membatahnya,”Aku gak bisa pi, semuanya gak segampang yang kamu pikirkan.”
Aku langsung membatahnya,”Aku gak bisa pi, semuanya gak segampang yang kamu pikirkan.”
“Kamu sungguh egois!!” Teriaknya lagi yang hampir pergi keluar
dari kamar ku.
Aku langsung menarik tangannya. Sungguh tak tahan aku melihatnya
seperti ini, aku memeluknya erat sekali dan mengucapkan, “Bukan karena aku
egois, tapi aku gak mau kamu semakin mencintai ku, jika itu terjadi kamu akan sangat
merasakan sakit dan trauma ketika aku meninggalkan kamu. Maafkan aku , ku
lakukan semua itu karena aku mencintai mu.”
Dia terus menangis, dia mendekap tubuh ku erat sekali. Aku melepaskan pelukan
itu,menghapus air mata nya dari wajahnya yang cantik itu.
Setelah kejadian itu berakhir, aku mengantarnya keluar sampai depan pagar rumahku.Dia pun pulang ke rumahnya. Aku langsung berbalik arah, aku melihat bunda ku berdiri di depan pintu sambil menangis. Bunda berlari memeluk ku, sepertinya dia mendengar pembicaraan aku dan Pretty tadi di kamar.
Setelah kejadian itu berakhir, aku mengantarnya keluar sampai depan pagar rumahku.Dia pun pulang ke rumahnya. Aku langsung berbalik arah, aku melihat bunda ku berdiri di depan pintu sambil menangis. Bunda berlari memeluk ku, sepertinya dia mendengar pembicaraan aku dan Pretty tadi di kamar.
Keesokan hari pun tiba, dengan semangat yang luar biasa aku bangun dan
berangkat kuliah bersama ke 2 sahabat ku . Ivan menurunkan aku dan Pretty tepat
di depan kampus kami, setelah mengantarkan kami ,dia cabut deh ke kampus nya.
Katanya sih dia ada jam kuliah yang udah terlambat 5 menit, jadi buru-buru deh
anak itu.
Aku dan Pretty masuk ke kelas kami. Jam mata pelajaran kuliah pun di mulai,
kami semua sangat serius memperhatikannya.
5 jam sangat cepat terlewati, itu menandakan bahwa jam mata
kuliah kami hari ini berakhir. Aku dan Pretty memilih nongkrong di tempat kami
biasa menunggu Ivan.
“Woyyy..” Seru ku yang secara tiba-tiba menarik hidungnya .
“Ih,, Apaan sih…” Dia langsung mencampakkan tangan ku.
“hahahaha,,,” Aku pun tertawa . Aku sangat senang sekali
membuatnya Jengkel.
“Terus lah menjadi seperti ini!!” Dia menatap ku serius..
“Agar aku dapat cepat melupakan kejadian semalam.”
Aku hanya tersenyum lepas.
“Agar aku dapat cepat melupakan kejadian semalam.”
Aku hanya tersenyum lepas.
“Kamu tau, kamu tu cocok banget jadi actor.” Sambungnya
lagi,
”Karena kamu bisa menyembunyikan rasa sakit kamu di balik senyuman mu itu. Sampai-sampai aku sendiri yang sudah 20 tahun bersahabatan dengan kamu, tidak menyadari kalau kamu lagi merintih kesakitan.”
Aku terdiam mendengar perkataanya.Lalu sambil tersenyum aku mengatakan,”Kalau begitu , kamu harus ikut di dalam film tentang kehidupan ku ini. Beracting lah bersama ku. Beracting lah sebisa mu untuk menutupi semuanya dari orang lain.”
”Karena kamu bisa menyembunyikan rasa sakit kamu di balik senyuman mu itu. Sampai-sampai aku sendiri yang sudah 20 tahun bersahabatan dengan kamu, tidak menyadari kalau kamu lagi merintih kesakitan.”
Aku terdiam mendengar perkataanya.Lalu sambil tersenyum aku mengatakan,”Kalau begitu , kamu harus ikut di dalam film tentang kehidupan ku ini. Beracting lah bersama ku. Beracting lah sebisa mu untuk menutupi semuanya dari orang lain.”
Ivan akhirnya muncul dengan mobilnya, dan menyuruh kami masuk ke dalam.
“Besok kan kita libur, gimana kalau kita ke puncak ?” Suara ku
menggelegar di mobil.
“Boleh..boleh…” Sahut Ivan.“Gak boleh,,Keadaan kamu masih lemah
bi, kamu harus istirahat!!” Potong Pretty tiba-tiba dari bangku belakang.
“Ayolah Pi, aku hanya membutuhkan udara segar. Lagian kita juga
udah jarang jalan-jalan bertiga kayak dulu. Sadar gak kalau sekarang ini kita
selalu sibuk dengan urusan kita masing-masing.” Aku mencoba membujuknya. Tapi dia malah menutup wajahnya dengan majalah yang
di pegangnya.“Terserah…….”Jawabnya ketus.
Kami Akhirnya memutuskan untuk pergi ke puncak hari ini juga. Kami pertamanya
pulang dulu untuk mengambil pakaian dan segala macam peralatan yang nanti kami
butuhkan disana. Gak lupa juga membawa bekal yang cukup. Kami pun berpamitan
pergi kepada orang tua kami.
Sampai di Vilanya Ivan, aku langsung membereskan kamar ku. Aku melihat
pemandangan yang indah sekali di balkon depan kamar ku. Tak sengaja aku melihat
ke bawah dan melihat Ivan dengan Pretty berduaan. Aku melihat Pretty tertawa
lepas di dekatnya.Aku sungguh cemburu melihat mereka , tapi mau tak mau aku
harus tetap tersenyum melihat mereka.Karena merasa bersalah aku tak mau melihat
mereka lagi, aku memutuskan untuk tidur.
Ceritanya kita lanjut esokk ya hahaha ,, Sampai Jumpa!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar