Rabu, 08 Juli 2015

Bian si pendonor cinta Bag 2

Hi InfoHood ^_^ Jumpa Lagi!! ahahaha,,,

Ini lanjutan Cerbung Selamat menikmati  ^_^ ...


                Malam yang buruk itu pun berganti menjadi pagi. Bunda terus mengetuk pintu kamar ku, tapi aku tak sanggup menjawabnya. Bunda masuk dengan wajah yang cemas, Bunda menangis karena melihat wajah ku yang pucat sambil menahan sakitnya jantung ku yang terus berulah. Bunda langsung menelpon Dokter yang biasanya menangani ku.

15 menit kemudian, dokter Rizal pun datang . Dengan cekatan Dokter Rizal mengobati ku. Setelah selesai,dokter menganjurkan aku untuk tidak mengikuti kuliah hari ini. Keadaan ku kini mulai membaik,Karena keadaan ku semakin normal ,dokter itu pun berpamitan pulang.
                5 menit kemudian, Pretty dan Ivan datang bermaksud untuk mengajak ku berangkat kuliah bareng , tapi mama bilang aku lagi demam. Suara mereka sangat jelas terdengar dari balik pintu.
                Secara pelan-pelan, Pretty masuk ke kamar ku, “Kamu kenapa sih sering banget demam kayak gini?” Dia bertanya dengan nada yang sangat khawatir. Aku hanya tersenyum melihat wajahnya yang sedih karena melihat ku. “ Kalian harus kuliah,Kalian bisa menjenguk ku nanti . Saat ini aku ingin sekali istirahat.” Ucap ku dengan suara yang serak dan terlihat lemas.
“Baik lah,kami pergi dulu ya. Kami janji ,kami akan menemani kamu nanti.” Jawab Pretty  yang langsung keluar dari kamar ku. Ivan memalingkan kepalanya kearah ku, dengan tangan yang gemetaran aku mengajungkan jempol ku, bermaksud mengatakan bahwa,dia mempunyai kesempatan untuk mendekati Pretty. Ivan hanya membalasnya dengan senyuman memelas.Mereka keluar dari kamar ku. 
  Siangnya , di saat aku terbangun dari tidur ku , aku di kellilingi oleh bunda,mama Pretty dan mami Ivan. Mereka semua sangat menyayangi ku.
Mami pun membuka percakapan , “ Bian, kamu harus di operasi lagi. Mami takut keadaan kamu semakin parah.”
 “Maafin Bian mi, tapi Bian sama Bunda gak punya biaya nya.” Jawab ku yang masih terus mendekap dada ku dengan tangan kanan ku.
“Jangan pikir kan soal biaya , Bian. Mama dan Mami akan bantu.” Sambung mama Pretty.
“Percuma juga Bian di operasi ma, hanya akan buang-buang uang saja. Ivan dan Pretty kan juga harus kuliah, sayang uangnya kalau di gunakan untuk biaya operasi Bian. Biarkan saja Ajal cepat-cepat menjemput Bian, supaya Bian tak tersiksa lagi karena sakit ini.” Jawab ku mencoba menjelaskan , dan karena jawaban ku yang tadi,Bunda jadi menangis dan meninggalkan ku keluar kamar.
Mama dan mami langsung menyusul bunda. Aku menghela nafas, karena aku tau perkataanku tadi melukai hati bunda.
                Matahari mulai turun, terlihat jelas dari jendela kamar ku. Tiba-tiba aku mendengar suara langkah seseorang yang semakin mendekat menuju kamar ku. Pintu kamar ku terbuka, dan aku melihat Pretty datang mendekati ranjang ku sambil membawa 3 rantai anggur, buah kesukaan ku.
“Malam..” Sapa Pretty sambil meletakkan anggur itu di meja dan dia duduk di pinggiran ranjang ku.
“Malam,Pipi.” Sapa ku balik sambil mencoba untuk duduk , dia membantu ku duduk.
“Ivan mana?” Tanya ku yang tak melihatnya. “ Maaf ya bi, Ivan malam ini melayani klien nya . Jadi Gak bisa jenguk kamu lagi, tapi tadi dia jenguk kamu kok pas sore-sore. Sayangnya kamu lagi tidur.” Jelas Pretty.
“Oh.. aku ngerti kok, itulah resikonya bekerja sebagai pengacara.”Jawab ku.
                Pretty mengambil  1 buah anggur lalu menyuapi nya ke aku, “Kenapa sih, kamu harus terus-terusan sakit seperti ini. Aku selalu sedih melihat mu merintih kesakitan.” Dia mulai menangis.
“Dari kecil daya tahan tubuh ku memang lemah ,pi. Maafin aku ya, kalau sering buat kamu sedih.” Jawab ku.  Dia hanya mengangguk saja.
                “Ada yang ingin aku katakan sama kamu,bi.” Katanya sambil terus menangis. 
“Aku Cinta sama kamu. Orang yang selama ini ku maksud itu adalah kamu.” Air mata nya pun terus deras mengalir. 
“Aku tak tahan lagi terus-terus memendamnya, aku selalu menunggu mu mengatakan nya, tapi kamu tak pernah mengatakannya.” Aku hanya terdiam saja, jantung ku berdetak kencang mendengarkan ungkapan isi hatinya.
 “Aku tau, kamu juga mencintai ku. Semuanya terlihat dari mata mu.” Lanjutnya lagi.  Jantung ku mulai merasakan sakit dengan, reflex aku mendekap dada ku.
 “Kamu tak boleh mencintai ku,pi.”Jawab ku dengan nafas ku yang sesak.
“Kenapa gak boleh?”Tanya nya sambil terus mengeluarkan air matanya.
“Karena kamu salah duga, Aku tak mencintai mu.” Aku terpaksa mengatakannya, karena aku takut dia akan terpuruk ketika dia tau aku saat ini dalam kondisi yang kritis.
                “Kamu bohong.”Teriaknya yang langsung berdiri, “Aku tau kamu mencintai ku. Aku tau itu nyata. Bi, Tolong jangan bohongi aku.”
  Aku mencoba untuk berdiri dengan tangan kanan yang masih mendekap dada ku. Perlahan-lahan aku mendekati Pretty ,“Kamu benar,aku sangat mencintai mu tapi saat ini aku sedang berpura-pura tidak mencintai mu, karena…” Aku pun membuka satu persatu kancing baju ku, saat itu dia terkejut melihat bekas jaitan di dada ku,tepatnya di dekat jantung ku berada.
 Saking shock nya Pretty tak mampu berbicara apa pun lagi ,dia terus menangis dan menangis sambil menyentuh bekas jaitan yang ada di dada ku.
                Dia terduduk lemas di ranjang ku, aku pun juga duduk di ranjang itu bersamanya. “Ceritakan semuanya !! Kenapa kamu jadi seperti ini?” Pretty terus mendesak ku, akhirnya aku pun menceritakannya ,” Waktu aku berumur 15 tahun, jantung ku sering sekali sakit. Karena khawatir bunda langsung membawa ku ke rumah sakit. Aku di vonis dokter mengalami pembekakan jantung. Dokter juga menyatakan bahwa umur ku tidak akan panjang.Berbagai macam Operasi dilakukan, tapi tak bisa juga menyembuhkan ku. Akhirnya aku memutuskan tak mau di operasi lagi.” Cerita ku panjang lebar.
“Kenapa?” Tanya Pretty yang masih terus saja mengeluarkan air mata.
 “Karena aku gak mau menyusahkan bunda,mama mu, dan mami Ivan. Hidup mereka masih panjang, mereka lebih membutuhkan uang itu daripada aku.” Jawab ku.
 “Aku tak peduli keadaan mu bagaimana. Aku bisa menerima semuanya. Aku hanya ingin memiliki mu.” 
Aku langsung membatahnya,”Aku gak bisa pi, semuanya gak segampang yang kamu pikirkan.”
“Kamu sungguh egois!!” Teriaknya lagi yang hampir pergi keluar dari kamar ku.
Aku langsung menarik tangannya. Sungguh tak tahan aku melihatnya seperti ini, aku memeluknya erat sekali dan mengucapkan, “Bukan karena aku egois, tapi aku gak mau kamu semakin mencintai ku, jika itu terjadi kamu akan sangat merasakan sakit dan trauma ketika aku meninggalkan kamu. Maafkan aku , ku lakukan semua itu karena aku mencintai mu.”
                Dia terus menangis, dia mendekap tubuh ku erat sekali. Aku melepaskan pelukan itu,menghapus air mata nya dari wajahnya yang cantik itu.
 Setelah kejadian itu berakhir, aku mengantarnya keluar sampai depan pagar rumahku.Dia pun pulang ke rumahnya. Aku langsung berbalik arah, aku melihat bunda ku berdiri di depan pintu sambil menangis. Bunda berlari memeluk ku, sepertinya dia mendengar pembicaraan aku dan Pretty tadi di kamar.
                Keesokan hari pun tiba, dengan semangat yang luar biasa aku bangun dan berangkat kuliah bersama ke 2 sahabat ku . Ivan menurunkan aku dan Pretty tepat di depan kampus kami, setelah mengantarkan kami ,dia cabut deh ke kampus nya. Katanya sih dia ada jam kuliah yang udah terlambat 5 menit, jadi buru-buru deh anak itu.
                Aku dan Pretty masuk ke kelas kami. Jam mata pelajaran kuliah pun di mulai, kami semua sangat serius memperhatikannya.
5 jam sangat cepat terlewati, itu menandakan bahwa jam mata kuliah kami hari ini berakhir. Aku dan Pretty memilih nongkrong di tempat kami biasa menunggu Ivan.
“Woyyy..” Seru ku yang secara tiba-tiba menarik hidungnya .
“Ih,, Apaan sih…” Dia langsung mencampakkan tangan ku.
“hahahaha,,,” Aku pun tertawa . Aku sangat senang sekali membuatnya Jengkel.
“Terus lah menjadi seperti ini!!” Dia menatap ku serius..
 “Agar aku dapat cepat melupakan kejadian semalam.” 
Aku hanya tersenyum lepas.
“Kamu tau, kamu tu cocok banget jadi actor.” Sambungnya lagi,
”Karena kamu bisa menyembunyikan rasa sakit kamu di balik senyuman mu itu. Sampai-sampai aku sendiri yang sudah 20 tahun bersahabatan dengan  kamu, tidak menyadari kalau kamu lagi merintih kesakitan.” 
Aku terdiam mendengar perkataanya.Lalu sambil tersenyum aku mengatakan,”Kalau begitu , kamu harus ikut di dalam film tentang kehidupan ku ini. Beracting lah bersama ku. Beracting lah sebisa mu untuk menutupi semuanya dari orang lain.”
                Ivan  akhirnya muncul dengan mobilnya, dan menyuruh kami masuk ke dalam.
“Besok kan kita libur, gimana kalau kita ke puncak ?” Suara ku menggelegar di mobil.
“Boleh..boleh…” Sahut Ivan.“Gak boleh,,Keadaan kamu masih lemah bi, kamu harus istirahat!!” Potong Pretty tiba-tiba dari bangku belakang.
“Ayolah Pi, aku hanya membutuhkan udara segar. Lagian kita juga udah jarang jalan-jalan bertiga kayak dulu. Sadar gak kalau sekarang ini kita selalu sibuk dengan urusan kita masing-masing.” Aku mencoba membujuknya. Tapi dia malah menutup wajahnya dengan majalah yang di pegangnya.“Terserah…….”Jawabnya ketus.
                Kami Akhirnya memutuskan untuk pergi ke puncak hari ini juga. Kami pertamanya pulang dulu untuk mengambil pakaian dan segala macam peralatan yang nanti kami butuhkan disana. Gak lupa juga membawa bekal yang cukup. Kami pun berpamitan pergi kepada orang tua kami.

                Sampai di Vilanya Ivan, aku langsung membereskan kamar ku. Aku melihat pemandangan yang indah sekali di balkon depan kamar ku. Tak sengaja aku melihat ke bawah dan melihat Ivan dengan Pretty berduaan. Aku melihat Pretty tertawa lepas di dekatnya.Aku sungguh cemburu melihat mereka , tapi mau tak mau aku harus tetap tersenyum melihat mereka.Karena merasa bersalah aku tak mau melihat mereka lagi, aku memutuskan untuk tidur.





Ceritanya kita lanjut esokk ya hahaha ,, Sampai Jumpa!!

Tidak ada komentar:

Popular Posts