Kalii ini aku lagi pengen ngeshare Cerbung ( Berharap ada produser atau sutradara yang mau angkat cerita ku jadi FTV atau Film hahaha)
Aku memang suka menulis sih , hihii!!! Aku berharap banyak yang suka,,
OH iya ,, aku trima kritik dan saran ya!! .. Boleh deh di isi tu komentar di bawah!!..
OK kita langsung aja deh yaa..
Bian si pendonor cinta
Nama ku Bian Jikizi, aku seorang lelaki
muda berumur 20 tahun. Aku mempunyai 2 sahabat baik yang pertama namanya adalah
Pretty Dinata , dia ini anaknya sangat manis sekali dan dia juga mempunyai
lesung pipi di pipi kirinya. Nah, yang kedua namanya adalah Ivan Satria, Hemm…
kalau yang ini anaknya cukup keren, dan cool. Sedangkan aku adalah seorang pria
manis yang memiliki bola mata kehijau biru-biruan. Penampilan ku selalu biasa
saja, tak pernah menonjol seperti Ivan.
Aku juga termasuk anak yang ceria, tak pernah sedikit pun aku menghilangkan
senyum ku ini dari bibir ku, Walaupun seorang dokter memvonis aku waktu berumur
15 tahun, bahwa aku terkena Pembekakan jantung yang sudah akut dan umur ku
tidak akan pernah sampai menginjak 21 Tahun. Tapi aku tak pernah peduli.Sampai
saat ini tak pernah ada yang tau kalau aku mengidam penyakit itu kecuali aku,
Bunda ku, Mamanya Pretty, dan Maminya Ivan…
Aku dan sahabat ku Pretty kuliah di Universitas Mada Seni Sastra. Aku dan Prety sama-sama mencintai seni dan satra, dan sementara itu Ivan kuliah di Universitas Negeri dengan mengambil jurusan Hukum.
Saat ini, aku dan Pretty sedang menunggu Ivan menjemput kami
pulang …
“Pipi,, aku boleh Tanya?” Tanya ku ke Pretty sambil menyeduh
kopi yang kami beli tadi.
“Tanya apa sih, Abi?”Tanya dia lagi kepada ku.
“Hem.. wajah semanis kamu, kok sampai sekarang gak pernah
laku-laku ya.” Lontar kata ku yang membuat nya seperti sangat jengkel dengan
ku.
“Dasar Bian bodoh, asal kamu tau ya, banyak banget cowok
tergila-gila sama aku. Enak aja bilangin orang gak laku-laku.” Jawabnya kesel sambil menendang kaki ku.
“Hahaha,,, Iya deh maaff. Kenapa sih kamu gak mau pacaran?”
Tanya ku lagi dengan nada yang sangat serius. Dia pun meletakkan Kopinya di atas
buku-buku itu lalu, menatap ku dengan tajam sambil mengatakan “Aku sedang
menyukai seseorang, aku terus menunggu nya sampai dia menyatakan cinta pada
ku.”
Aku mulai penasaran dan rasa ingin tahu terus mendorong ku untuk mencari tahu ,Siapa dia?
Tin…Tin…, terdengar suara klakson mobil yang membuat kami sontak melihat kearah Ivan dengan mobil Honda jazz nya itu.
Ivan menyuruh kami masuk ke dalam mobil, kami pun masuk ke dalam mobil tersebut, lalu berangkat .
”Hari ini kita makan siang di rumah Pipi ya!” Seru Ivan memecah kesunyian.
"Oke ,," Jawab kami berdua .
Aku mulai penasaran dan rasa ingin tahu terus mendorong ku untuk mencari tahu ,Siapa dia?
Tin…Tin…, terdengar suara klakson mobil yang membuat kami sontak melihat kearah Ivan dengan mobil Honda jazz nya itu.
Ivan menyuruh kami masuk ke dalam mobil, kami pun masuk ke dalam mobil tersebut, lalu berangkat .
”Hari ini kita makan siang di rumah Pipi ya!” Seru Ivan memecah kesunyian.
"Oke ,," Jawab kami berdua .
***
“Mama..” Teriak ku.
Mamanya pretty sih hanya tertawa melihat pola tingkah laku ku. Sejak kecil, aku sudah terbiasa memanggil mamanya Pretty dengan sebutan Mama juga. Pretty juga begitu , dia sudah menganggap bunda ku seperti bundanya juga.
“Kalian pasti sudah lapar ya?” Tanya mama Prety.
“Iya,, laper banget malahan , tante.” Jawab Ivan sambil
mengelus-ngelus perutnya yang sedikit buncit.
“Kalian ini , kebiasaan deh !!Dari kecil sampai sekarang gak
pernah berubah. Dia kan mama ku.” Dengan kesal Pretty mengatakan itu.
“Dia kan juga mamaku.” Balas perkataan ku sambil menarik
mamanya Pretty ke dapur.
Aku sengaja meninggalkan mereka berdua di ruang tamu, karena aku mulai menafsirkan kalau orang yang Pretty suka adalah Ivan. Karena menurut pemikiran ku, selama ini lelaki yang dekat dengan pretty hanya lah aku dan Ivan saja. Kalau Pretty menyukai ku itu tak mungkin, maka dari itu lah aku menyimpulkan kalau Pretty menyukai Ivan.
“Mereka sangat cocok ya ma.”Kata ku kepada mama Pretty yang saat
itu sedang menggoseng nasi gorengnya.
Mama menoleh kearah mereka sebentar , lalu mengalihkan lagi pandangannya ke nasi goreng yang sedang di buatnya. “Hahaha,, mama rasa juga begitu.” Jawab mama yang kali ini menambahkan sedikit garam kepada masakannya, lalu melanjutkan perkataannya lagi, ”Mama mau tanya sama kamu,, kamu sebenarnya suka kan sama anak mama?”
Mama menoleh kearah mereka sebentar , lalu mengalihkan lagi pandangannya ke nasi goreng yang sedang di buatnya. “Hahaha,, mama rasa juga begitu.” Jawab mama yang kali ini menambahkan sedikit garam kepada masakannya, lalu melanjutkan perkataannya lagi, ”Mama mau tanya sama kamu,, kamu sebenarnya suka kan sama anak mama?”
Aku pun menghela nafas,,,
“Baiklah, Bian ngaku deh sama mama. Maaf ma , kalau Bian lancang
tapi Bian udah suka sama Pretty itu udah lama. Sekitar 2 tahunan gitu.” Jawab
ku jujur.
“Gak apa-apa Bian. Mama sih kecewa sama kamu, kenapa kamu gak
pernah mengutarakannya?” Tanya mama penuh kekecewaan.
“Maafin Bian , ma. Tapi Bian gak mungkin bilang tentang perasaan Bian ke Pretty.” Jawab ku yang mengeluarkan air mata.
“Maafin Bian , ma. Tapi Bian gak mungkin bilang tentang perasaan Bian ke Pretty.” Jawab ku yang mengeluarkan air mata.
“Ya, mama tau. Bunda mu sudah cerita semuanya ke mama.” Potong
mama sambil memelukku.
“Mama, Abi.. “ Suara Pretty mengejutkan kami saat itu,dia pun langsung menghampiri kami karena telah melihat aku dan mama berpelukan.
“Kalian kenapa? Mama ,, kenapa Abi peluk-peluk mama?”
“Cemburu ya!! Siap-siap aja deh, bentar lagi aku bakalan jadi
papa tiri mu.” Aku terus meledeknya.
“Ish….. “ Keluh nya dengan sangat kesal, lalu dengan tampang cemberut, dia meninggalkan dapur.
“Ish….. “ Keluh nya dengan sangat kesal, lalu dengan tampang cemberut, dia meninggalkan dapur.
“Kamu seperti tidak sakit , Bi.”Pernyataan mama yang
membuat ku tersenyum.
“Aku Cuma gak mau orang lain tau , ma. Lagian kita be-4 udah
janji untuk merahasiakannya.” Jawab ku sambil tersenyum lepas.
“Pretty pernah curhat ke mama tentang perasaannya ke seorang
lelaki.” Aku tertegun dengan perkataan mama yang tadi, mama pun bertanya, “ Kamu
tau,kenapa selama ini Pretty gak mau pacaran?” aku hanya menggeleng saja, mama
melanjutkan ceritanya, “Itu karena dia menyukai teman kecilnya.”Rasa Penasaran ku kembali bergejolak , dan memotong perkataan mama, “Setahu Bian, teman kecilnya Pretty kan Cuma Bian sama
Ivan aja, ma.” Jawab ku.
“Ya memang, orang yang di sukai Pretty adalah salah satu dari
kalian.” Cerita mama lagi.
“Ya , mungkin aja Pretty menyukai kamu,Bian.” Aku hanya tertawa
dan menggelengkan kepala ku saja karena mendengar perkataan mama. “ Gak mungkin
lah ma…” Sangkal ku.
***
Makan siang sudah selesai dibuat, aku dan mama sama-sama membawanya ke ruang
tamu.
Aku sdikit mulai menggoda-goda Ivan dan Pretty “Weleh,, mesra
banget kalian berdua.”
“Apaan sih…??” Pretty dartadi terlihat kesal sekali.
Aku meletakkan nasi goreng yang di buat mama tadi di atas meja. Mama pun berpamitan mau ke belakang.
Aku meletakkan nasi goreng yang di buat mama tadi di atas meja. Mama pun berpamitan mau ke belakang.
Ku lihati Ivan dan Pretty bercakap-cakap,seperti nya
seru sekali. Aku terus mereka cuekin. Sesekali Pretty melihat kearah ku,tapi
Ivan berusaha keras untuk membuat Pretty terus melihatnya. Melihat mereka
berdua sedekat itu membuat ku sangat cemburu, tapi terus ku tahan-tahan.
Semakin lama, aku semakin cemburu . Aku berdiri dari tempat tadi aku
duduk, tapi Pretty langsung memegang tangan ku, “Mau kemana?” . Aku pun
menjawab pertanyaannya, “ Aku mau pulang , Pi.”
“Gak boleh!” Seru Pretty yang membuat jantungku deg-degan karena
dia terus memegang tangan ku.
“Aku harus pulang Pi. Aku udah ada janji sama bunda.” Jelas ku.
Ivan pun ikutan-ikutan berdiri , “Biarin aja lah Abi pulang pi, kan kasian
nanti bunda nunggu-nunggu Abi.”
“Tapi kamu gak bohong kan bi?” Tanya Pretty memastikan. Aku tak
menjawab pertanyaan terakhir Pretty. Aku langsung berlari ke luar rumah Pretty
sambil berteriak, “Kalian lanjutin aja pacarannya ya,, hahahahaha.”
Malam hari tiba, Bunda ku mengetuk pintu kamar ku , “ Bian,, ada Ivan itu di bawah.”
“Suruh masuk ke kamar aja, bunda.” Jawab ku dari dalam
kamar.
Tak berapa lama kemudian Ivan langsung terjun ke ranjang ku. Aku langsung menutup buku yang tadi sedang ku baca.
Tak berapa lama kemudian Ivan langsung terjun ke ranjang ku. Aku langsung menutup buku yang tadi sedang ku baca.
“Kamu kenapa sih,van?” Tanya ku semriwing karena melihat dia
kegirangan sendiri.
“Kayaknya aku lagi jatuh cinta ni , bi.” Katanya .
“Sama siapa?” Tanya ku penasaran. Ivan pun langsung menjawab
dengan senangnya, “Sama Pipi, bi.”
Senyum ku menghilang sekejap karena mendengarnya. Tapi aku langsung
mengembalikan senyum ku lagi.“Bagus deh, Kalian cocok kok.” Jawab ku dengan
senyuman berat.
“Kamu musti bantuin aku, supaya aku jadian sama Pipi.” Bujuk nya
kepada ku.
Dengan berat hati aku menjawab, “Iya, Pasti.”
InfoHood , tetap tungguin cerbung lanjutan bagian 2 nya ya ^_^ .. Selamat malam
Dengan berat hati aku menjawab, “Iya, Pasti.”
InfoHood , tetap tungguin cerbung lanjutan bagian 2 nya ya ^_^ .. Selamat malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar